Sunday, 29 November 2015

SETELAHNYA, ALINEA BARU

SETELAHNYA, ALINEA BARU


sekarang terlalu malam untuk kusampaikan,
tentang seruan yang menyerupai badai...
terlalu awal untuk di teriakkan,
dengan teriakan hina berbau bangkai...

masih terbiarkan sayup-sayup utara menikmati bias-bias purnama,
teresapi pula siulan-siulan semilir liar ditelinga,
dengan nada-nada mesra berbisa, hendakku melawannya,
namun daya tiada menyetuji raga...

terpikul beban malam,
terjangan-terjangan bintang tiada ku lawan, memaksaku melawan,
caci maki purnama menghentak, memekakkan telinga,
sumpah-menyampah bumi, pelangipun terkotori,
dengan hujan, hujan dari gemuruhku...

wahai engkau saksi malam,
sampaikan kepadanya dengan kesopananmu,
tentang pagi hari ini yang tiada lagi mau menyambutnya,
bahwa sang fajar tiada sanggup lagi mendengar suaranya,
berikut embun pun enggan datang jika dia tertampakkan,

maka lebih baik menyerahlah,
aku-kamu tiada terbebankan,


Post a Comment