Monday, 14 December 2015

APA ARTI JAS HITAM MEREKA?

APA ARTI JAS HITAM MEREKA? 

semua masih jadi pertanyaan,
mungkin juga akan selamanya jadi pertanyaan...
bukan tidak tau dengan membeli buku, atau membayar pendidikan,
tapi karna suara bedugnya dianggap syahdu dan tingkah piciknya dianggap kebaikan..

semakin hari semakin bertanya,
dengan pertanyaan aneh serba gila,
bukan dijawab, tapi malah berkata:
" biarlah, itukan hak asasi manusia "
atau dengan perkataan lain yang membahagiakan namun mematikan
" saya harap kalian sabar, semuanya masih di proses"
sungguh itu bahasa memilukan dan menjijikkan, seiring menjanjikan tangisan...

entah apa mereka mau?
atau mungkin merekalah ikan dalam akuarium!
menontonkan keindahan, namun tak berani menunjukkan hal yang mengenyangkan!
atau mungkin mereka profesor sound efect?
suara yang memuakkan diubahnya menjadi sangat merdu!
apa merekalah atau mungkin memang merekalah...???

Ya Tuhan....

bagaimana nasib generasi selanjutnya?
masihkah mereka akan punya rumah yang tanpa menyewa?
mampukah ianya makan tanpa harus membelinya?
bermain disawah tanpa ada rasa takut ketabrak mobil!
dan mengaji tanpa ada orang menganggapnya degil!
serta dengan tawa lucu didepan layar film si unyil!

sedangkan sekarang....!!!

kebenaran tak lagi jadi kebenaran,
jika tak menjanjikan isi dompet...
kesalahan yang sudah jelas salah masih diputar
jika tak memuaskan dompet...
yang benar di bilah-bilah dan di jadikan salah,
jika tak berani mengisi dompet..

yang rakus bukan tikus,
jadi kucing yang disalahkan...
yang sejatinya tupai memang " pandai melompat ",
yang dicari malah " pasti ada jatuhnya "..
semut yang membuatnya,
tapi yang di banggakan malah gajah...

Ya Tuhan...

limpahkanlah kami umur panjang,
agar kami bisa mendengar jawaban mereka,
tentang " APA ARTI JAS HITAM MEREKA? "
yang sebenarnya.....



Saturday, 12 December 2015

KASIH SAYANG KAMI PADA BAPAK SETYA NOVANTO

KASIH SAYANG KAMI PADA BAPAK SETYA NOVANTO


mungkin sebagian dari mereka, atau malah kebanyakannya,
sangat sayang sama bapak,
dan kami, lebih sayang sama bapak....

mungkin sebagian dari mereka, atau kebanyakannya,
sangat melindungi bapak,
dan kami, lebih ingin melindungi bapak...

bapak, terlalu baik,
maka, kami tidak pantas menyiksa bapak,
bapak, terlalu bijak,
maka, kami tidak pantas menghukum bapak...
bapak, terlalu sopan,
maka, kami tidak pantas berbicara kasar pada bapak...

dan karna bapak, terlalu baik,
maka bapak lebih baik istirahat di tempat bapak sekarang...
dan karna bapak, terlalu bijak,
maka kami sangat mengikhlaskan bapak duduk manis atau baring manis
di kursi atau kasur bapak sekarang...
karna bapak terlalu sopan,
maka relakan bapak diam-diam saja didalam ruangan..

bapak sudah terlalu banyak menolong kami,
sekarang waktunya, bapak izinkan kami bekerja sendiri tanpa bapak...
bapak sudah terlalu banyak berkorban untuk kami,
maka sekarang  kami biarkan bapak istirahat...

kami sangat tau bapak sangat sibuk memikirkan kami,
kamipun berikan waktu untuk bapak istirahat...
kami sangat melihat kerja bapak,
kamipun tidak ingin menyiksa bapak lagi..
kami sangat faham keinginan bapak untuk kebahagiaan kami,
kamipun ingin bapak istirahat...

istirahatlah bapak dengan tenang..
tenang dengan hasil kerja bapak selama ini,
istirahatlah bapak dengan tenang...
tenang setenang-tenangnya, biarkan kami bekerja sendiri..
istirahatlah bapak dengan tenang...
tenang melihat kami mandiri...

dan itu semua kami lakukan,
atas dasar-bapak kami sayangi...

BIARKAN MALAIKAT YANG BERSUARA

BIARKAN MALAIKAT YANG BERSUARA


dan telah ku rasakan,
setelah malam menghilang,
tentang malamku
yang tiada berbintang
dan tanpa terang bulan...

dan telah ku sesali.
apalah arti mimpi?
tanpa terisi bintang,
tanpa terlihat bulan,
dan tanpa segalanya

biar..biarlah...biar...
malaikat yang bersuara menyampaikan kepada seluruh ummat 
tentang ngerinya malamku,
yang tanpa kesopanan membiarkan pagi berlalu...

sekarang biar ku nikmati siang,
berharap matahari tak tertutup awan
agarku bisa merasakan susahnya mata terbuka
ketika matahari bersinar

aku tertunduk, menyesali...