Wednesday, 30 March 2016

DIBALIK RIBUAN PURNAMA

DI BALIK SERIBU PURNAMA

Kala itu kau tersenyum karena kedatanganku ke rumahmu
Sepertinya rindu itu sangat dalam dihatimu.
Kala itu bulan September, satu bulan sebelum ulang tahunku.
Kau menunggu kemudian melupakan itu.

Kau berfikir tiada tangis di balik senyumku
Kau setenang laut tak berbadai.
Kau berfikir aku hanya bergurau dalam tawa
Maka kesungguhan pun tiada

Delapan bulan dari kedatanganku ke rumahmu
Sekarang aku kembali lagi ke rumahku
Rindu pun menggebu, kau berkata,
Engkau pun begitu.

Ribuan purnama telah menemaniku sampai sekarang
Dia yang setia menggambarkan wajahmu
Dia yang menggambarkan senyummu
Menyihirku menjadi gila
Senyum sendiri
di depan jendela.

Di balik ribuan purnama itu
Jika kau tau, aku berdiri di bawahnya, berfikir seolah dirimu
Senyum dengan keindahannya tanpa menyentuhnya
Tertawa dengan cahayanya tanpa menggapainya
Terlena bersamanya tanpa memeluknya
Dan diam tanpa suara bersamanya

Sungguh purnama itu bak dirimu
Dengan kepercayaanku dia sedang menatapku
Dengan keyakinanku dia sedang mendengarkan kataku
Dengan keimananku dia sedang merindukanku
Dengan doaku semoga purnama tak cepat berlalu
Jika dirimu belum lagi di depanku

Yogyakarta, 24 maret 2016

Moh Hasib

Post a Comment