Sunday, 29 November 2015

SETELAHNYA, ALINEA BARU

SETELAHNYA, ALINEA BARU


sekarang terlalu malam untuk kusampaikan,
tentang seruan yang menyerupai badai...
terlalu awal untuk di teriakkan,
dengan teriakan hina berbau bangkai...

masih terbiarkan sayup-sayup utara menikmati bias-bias purnama,
teresapi pula siulan-siulan semilir liar ditelinga,
dengan nada-nada mesra berbisa, hendakku melawannya,
namun daya tiada menyetuji raga...

terpikul beban malam,
terjangan-terjangan bintang tiada ku lawan, memaksaku melawan,
caci maki purnama menghentak, memekakkan telinga,
sumpah-menyampah bumi, pelangipun terkotori,
dengan hujan, hujan dari gemuruhku...

wahai engkau saksi malam,
sampaikan kepadanya dengan kesopananmu,
tentang pagi hari ini yang tiada lagi mau menyambutnya,
bahwa sang fajar tiada sanggup lagi mendengar suaranya,
berikut embun pun enggan datang jika dia tertampakkan,

maka lebih baik menyerahlah,
aku-kamu tiada terbebankan,


Saturday, 28 November 2015

SEDIHNYA ANGINKU

SEDIHNYA ANGINKU


mungkin kamu merasa tiada punya hari tua,
merasa paling rupawan diantara semua insan.
mungkin juga kamu lupa kamu juga akan terjual,
hingga kamu tidak mempedulikan orang yang kaya akan kasih sayang...
diketepikan, dibuat seolah-olah ianya leluconan...

kamu boleh terbang kemana saja dengan kekuatan sayapmu,
tapi ingat, bisakah kamu menghentikan dirimu seketika, ketika kamu dalam keadaan terbang?
melihat sejenak kebawah, ditempat yang sama, dan teriakkan bahwa kamu tidak akan menyesal..

dirimu yang kamu banggakan,
bisakah kamu pertahankan dalam waktu sebulan?
tidak berubah dan tetap kamu rasa yang teristimewa...
paras nan anggun yang kamu jadikan taruhan,
akankah akan tetap jadi taruhan...

dan sekarang...

apapun yang kamu lakukan aku hanya bisa melihat dibalik rerumputan..
yang kamu bicarakan aku hanya bisa mendengar dibalik gemuruh hujan...
dan menyampaikan bisikanku bersama angin untukmu...

biarlah kamu tidak merasa angin itu suaraku,
tidak masalah kamu tidak tau angin itu adalah tanganku,
merangkulmu, memelukmu, dan membuatmu gemetaran,
dan biarlah kamu membenci, menghindar dan menghalangi niat angin itu dengan selimutmu..

Thursday, 26 November 2015

KEANGKUHANMU

KEANGKUHANMU


senja di kaki merapi,
suara jangkrik mulai mengundang malam dan membiarkan mentari redup diufuk barat..
kala itupun aku duduk diruang kosong teratas,
aku berfikir mungkin sesekali aku bisa mempertontonkan raut wajah gembira...
sembari melukis bayang parasmu dibenakku...

kamu hadir kalaku kelelahan dengan hidupku,
selalu kubayangkan senyuman langit ini adalah senyuman manis dibibir merahmu,
senyum yang selalu dapat menghilangkan gundahku,
dan mampu hilangkan laraku.
indah bak lautan memantulkan cahaya rembulan,
dengan kelembutan cahayanya kala purnama...

selalu terngiang bisik candamu ditelinga begitupun di relung jiwa,
syahdu bak angin yang merangkul mesra rerumputan..

selalu terbayang wajah anggunmu disetiap sudut lamunanku,
hinggalah terbawa kedalam mimpiku...
bergoyang elok bak api yang beringas melayap kayu...

NAMUN ITULAH DULU....
jauh sebelum kamu menjadi kejam sebagaimana mestinya sekarang,
entah syetan mana yang merasukimu, akupun kebingungan....

siapa dibalik perubahanmu?
murnikah itu bisikan hatimu?
ataukah iblis yang membekaskan air liurnya dipipimu setelah dia menjilatnya?
atau perubahan status sosialkah yang membuat kamu berubah?

aahhhh...itu hanya tekaanku,
benar adanya belum tentu,
benar tidaknya belum kutau...
dirimu lebih berkuasa dengan jawaban itu...

dan sekarang...
aku hanya bisa duduk dan merenung,
menikmati kisah iini dengan tulisanku,
dengan bertemankan asap yang mengepul dan debu yang terbuang...


By: Azbhi Aga 
Edited: Moh Hasib

Wednesday, 25 November 2015

MUJAHIRIN DIRUMAH SENDIRI?

MUJAHIRIN DIRUMAH SENDIRI?


Karna aku terlalu bingung memaknai rumah sendiri,
Karna aku terlalu jauh dengan pemimpin rumah sendiri,
Karna terlalu menderita dengan kekayaan sendiri,
Dan karna aku terlalu terkucilkan ditanah tumpah darahku sendiri....

Karna sebagian mereka terlalu bingung dengan jalan mereka,
Karna sebagian mereka terlalu pusing dengan keadaan mereka,
Karna sebagian mereka tidak peduli pada para penghuni dan rumah mereka,
Dan karna sebagian mereka terlalu takut dengan tempat mereka....

Entah...jika seandainya para pemangku sejarah terdahulu rela hidup dimasa sekarang,
Dan bersedia menjadi Pemimpin di rumah ini,
Maka akan aku pilih Stephen Hawking sebagai Pemimpin di rumah ini,
Hellen Keller sebagai penegak keadilan,
Dan Jessica Cox sebagai jejaring sosial,
Mungkin rumah ini akan ternama dengan segala kekurangan dan kegigihan mereka...
Dan karna yang sekarang malah memilih menjadi Mujahirin hina menggelapkan suasana...

Benarkah dan inikah?
Memang sebenarnya para mujahirin di rumah sendiri?
Apa yang terjadi dirumah ini?
Mengapa aku kebingungan dan merekapun kebingungan?
Seberapa banyak tanya lagi yang mereka perlukan?
Aku yang bingung atau mereka yang membingungkan atau malah sebaliknya?
Lantas siapa yang paling pantas menjawab partanyaanku ini?

Friday, 20 November 2015

SELAMAT DATANG MARS HIJAU HITAM

SELAMAT DATANG MARS HIJAU HITAM


Setelah sekian lama berlalu...
Tidak merasa dan tidak terasa,
Mulai terulang kembali bahasa lama,
Yang mungkin mimpipun menjadi nyata....

Hidup dalam kederhanaan menyenangkan,
Sedikit menjengkelkan namun tetap membahagiakan,
Menyedihkan namun perlukan kesabaran,
Mengundang emosi namun melatih diri,
Walau setakat motivasi...

Mulai kembali kemasa silam,
Dimana semua penuh keasingan,
Penuh hal-hal yang membingungkan,
Kaya akan canda baru dan hubungan baru membanggakan...

Mereka-mereka yang tidak ku tau sebelumnya,
Mereka-mereka yang bermuka asing,
Mereka-mereka yang membawa bahasa baru,
Mereka-merekalah yang menjadi pahlawan dalam dunia baru ini...

Nyaman menyenangkan itulah sifat mereka,
Menjengkelkan dan menyebalkan itu warnanya,
Tegas dan bijak itulah mereka,
Mendukung dan membangun itulah jiwa mereka....

Harapan penuh tantangan mulai menyala,
Dengan kesemangatan modal utama,
Berpegang teguh pada yang kuasa,
Pantang menyerah tetap berusaha...
Yakin usaha sampai…. 

HMI...
HMI...
HMI...
dan HMI...


Tuesday, 17 November 2015

KURINDUKAN MALAMKU

KURINDUKAN MALAMKU


mungkin dia kira,
aku tidak merindukan malam, setelah panas berkepanjangan...
mungkin dia kira,
aku tidak ingin melihat bintang, setelah langitpun susah kulihat...
mungkin dia kira,
aku tidak merindukan angin malam, setelah terik yang mencengkram...

dan aku hanya bisa mengatakan,
hidup penuh ketidak adilan...

siang yang suka mengikat, tiada mau terikat...
siang yang suka membentangkan jalan. disediakannya pula jurang..
siang yang suka memikirkan, hanya jadi waktu yang terbuang...
siang yang suka cari kebenaran demi kesalahan,
hanya untuk kepuasan..!!
BUKANKAH ITU ANEH?

siang lebih suka menyakiti daripada membunuh!
bukankah sama-sama dosa..?
memilih menyiksa daripada memberi asa!
bukankah sama-sama luka?

lebih suka menekan dan menahan!
hanya untuk kepuasan!
apakah itu keadilan?

SEKARANG....

harus ianya tau, kurindukan juga malamku....
kuikhlaskan terik berlalu....
harus ianya tau, ku perlukan malamku untuk ketenanganku..
harus ianya tau, sekarang ku lapangkan hari berlalu...
kuiklaskan berlalu....
kurelakan berlalu...
dan kubiarkan berlalu...

Monday, 16 November 2015

CERITA LAMA YANG TERLUPAKAN

CERITA LAMA YANG TERLUPAKAN


ingin sekali aku berucap, namun bukan dengan suara..
ingin sekali aku melihat, namun bukan dengan mata...
ingin sekali aku dengar, namun bukan dengan telinga...
ingin sekali aku tangisi, namun bukan dengan air mata...
setelah semua hanya menjadi cerita lama yang terlupakan...


kamu mungkin sudah mendapatkan segalanya,

atau bahkan sudah menempatkan diri di sebutan kata sempurna...
namun masih ingatkah kamu pada tangisan lama?
tangisan-tangisan yang sering kali kita nikmati bersama!


kamu mungkin sudah menikmati semuanya,

atau bahkan sudah menempatkan diri didalam syurga...
namun masih ingatkah kamu pada tawa lama?
tawa-tawa yang melahirkan janji untuk selalu bersama....


sekarang...!!!



tangisan demi tangisan kunikmati sendiri,

tanpa mengundangmu untuk menyadari...
kesedihan demi kesedihan menjadi makananku sehari-hari..
tanpa menjemputmu datang menghampiri...
sakit hati dan kecewa menjadi raja,
tak sedikitpun mengganggu kamu yang sedang tertawa...
pedih dan terluka merajalela,
sedikitpun tak mengundangmu untuk merasa...


biar aku mencoba mengikhlaskan tangisan,

dengan kata perkata yang coba kulayangkan...
biar aku coba menghalalkan segala penderitaan,
dengan do'a-do'a yang kupanjatkan..
biar aku relakan semua kesedihan,
dengan memberimu kesempatan mencari arah jalan kebahagiaan...
dan membiarkanmu larut dalam keindahan tanpa kepedulian...





Wednesday, 11 November 2015

SEMUA SESUAI MASA

SEMUA SESUAI MASA

bukan karna pentingnya pertentangan atau saling menyalahkan,
namun kita kebanyakan terlalu terburu-buru menyimpulkan...
bukan karna keadaan yang salah dan patut disalahkan,
namun kita disarankan bersahabat dengan ketenangan,
di anjurkan mencari perdamaian,
dan di arahkan selalunya dalam kebaikan....

anda yang berfikir diri anda terbaik,
belum tentu yang disampingmu tak mampu mengkritik...
anda yang berfikir diri anda hebat,
belum tentu yang dibelakangmu tak mampu menggugat...
anda yang berfikir diri anda segalanya,
yang didepanmu belum tentu anda lihat....

fikiran bukanlah selalu sejalan dengan keadaan...
pendapatan sering kali tak sesuai keinginan...
harapan tak sesuai kenyataan....

semua sesuai masanya!
ketika anda merasa diri anda salah padahal diri anda benar,
maka anda disarankan berkenalan dengan sabar...

semua sesuai masanya!
ketika anda merasa kebingungan,
maka anda diarahkan untuk bertahan...

dan semua sesuai masanya!
ketika semuanya sulit dilakukan,
maka disitulah letak perjuangan...




Monday, 9 November 2015

KETIKA AKU DI ALAMMU

KETIKA AKU DI ALAMMU


detik demi detik berlalu,
menit ke menit tertuju,
hari demi haru aku terharu,
bulanpun mengingatkanku ke masa itu....

sakit itu bukan karna tidak bisa mendapatkan,
sakit itu jika kita tidak bisa melakukan...
pedih itu bukan ketika kita tidak merasakan,
pedih itu jika kita tidak mampu melupakan hal yang menyakitkan....
menderita itu bukan karna tidak bisa memiliki,
menderita itu jika kita tidak bisa mencintai.....

sering aku mengatakan,
tapi juga tidak dipedulikan...
selalu aku buat yang terbaik,
tapi fikiran negatifnya semakin membidik...
sering aku menawarkan kebahagiaan,
tapi mungkin juga itu dianggap ajakan setan.....

ini dan itu sering dia katakan,
aku hanya menganggapnya sebuah kebosanan...
semakin hari semakin bulan kedepan, dunia semakin berantakan,
bukan lagi cinta yang diutamakan,
tapi siapa yang paling berikan kepuasan, dialah yang dipertahankan...

ingin sekali aku berteriak dipuncak tursina,
ingin sekali aku menangis didalam ka'bah....
ingin sekali aku habiskan suara di tursina,
dan ingin sekali di ka'bah semuanya terhapuskan..

biar tiada lagi yang perlu difirkan dan diucapkan,
biar tiada lagi yang perlu diresahkan,
biar lebih dekat lagi dengan tuhan....